Senin, 16 September 2013

PENGERTIAN ANIMASI??

     Animasi  sendiri berasal dari bahasa latin yang berate jiwa semangat sedangkan karakter adalah orang, hewan maupun obyek nyata lainya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2d maupun 3d

     Animasi adalah gambar bergerak dari sekumpulan gambar yang dsusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah dibuat pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi gambar yang diaksud dalam definisi diatas  bisa berua gambar manusia,hewan,maupun tulisan dan pada proses pembuatanya sang creator yang lebih sering disebut animator harus menggunakan logika berfikir agar menghasilkan animasi yang keren.

    Menurut ibiz fernandes dalam bukunya Macromedia Flash Animation  dan crtooning dan dia mendefinisikan animation is the process of recording and playing back a sequence of stills of achieve the illusion of continuous motion artinya animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali serangkaina gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan berdasarkan arti harafiah animasi adalah menghidupkan sesuatu yang tidak bisa bergerak sendiri.
Program-program yang dapat mendesain dalam 1 paket seperti toon boom,animaster, dan lain sebagainya dan pada dasarnya untuk 2d yang digunakan sebagai basic saja untuk 3d adalah program tool yang dipakai untuk menggambar atau memindahkan gambar menjadi satuan terkecil yang bisa dibaca oleh program dalam computer anda software yang digunakan untuk 3d adalah 3d studio max,adobe photoshop,adobe after effects


Sumber didapat dari :

DEFINISI ANIMASI INTERAKTIF??

    Menurut Glasgow dalam arsya menggemukakan bahawa media interaktif merupakan system media penyampaian yang menyajikan materi video rekaman dengan pengedalian computer kepada penonton yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara tetapi juga memberika respon yang aktif dan respon menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian

     Animasi interaktif adalah kumpulan gambar garis teks atau unsur pembentukan objek lain yang memeberikan efek gerakan atau suara sehingga mengguna dapat menerima pesan-pesan yang disampaikan dan dapat melakukan timbal balik pada animasi dan menurut kamus besara bahasa Indonesia pengertian kata interaktif adalah bersifat saling melakukan aksi antar hubungan kemudian arti lain ialah berkaitan dengan dialog antar computer dan terminal antara computer da computer.
Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam pembuatan animasi tersebut terlebih dahulu harus mempelajari action script yang merupakan media  dalam pembuatan animasi interaktif
Action script merupakan bahasa pemograman flash dengan action script ini kita bisa membuat movie interaktif maksdunya user bisa berinteraksi dengan movie tersebut seperti mnegontrol navigasi memasukan informasi dan mengerakan objek-objek dengan keyboard mengubah bentuk mouse membuat menu dan lainya.

Contohnya adalah tutorial penyampaian materi  dan latihan soal.

Sumber didapat dari :



Posted on 20.34 by Felix Sinarta Hutapea

No comments

Rabu, 11 September 2013

                                PENGERTIAN MULTIMEDIA DAN MULTIMEDIA INTERAKTIF


Definisi dan pengertian Multimedia menurut bahasa atau secara etimologi bahwa multimedia berasal dari kata multi dan medium, multi (bahasa latin, nouns) berarti banyak dan medium (American heritage electronic Dictionary (1991) adalah alat untuk mendistribusikan suatu informasi
Multimedia pecahan dari dua kata yaitu  kata multi dan media. Multi berarti lebih dari satu atau  banyak dan media berarti alat atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan sesuatu presentasi unik dan juga kreatif. Multimedia juga mempunyai komunikasi dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi serta memiliki tujua untuk menyampaikan informasi atau sekedar memberikan hiburan bagi target atau audience
A.Teks merupakan media penyampaian informasi yang paling mudah dan cepat dan merupakan dasar dari pengolahan informasi berbasisi multimedia
B.Gambar/Grafik media informasi berbentuk gambar hal ini dikarenakan gambar lebih menarik dibandingkan teks sehingga banyak yang memanfaatkan media gambar
C.Audio digunakakn untuk tingkat kejelasaan dan kemudahaan menyampaikan informasi yang bagus namun masih dengan bentuk sederhana
D.Video dalam hal ini hamper mencangkup semua jenis media  yang ada dan kombinasi antar media suara dan media gambar untuk membentuk video kadang disisipkan pula media dalam bentuk teks
E.Animasi sama seperti viedo yaitu gambar yang bergerak namun dalam animasi tidak disediakan teks sama sekali dan memiliki durasi lebih pendek dan tidak sebaik video dalam menampilkan gambar.
Multimedia juga dapat dimanfaatkan bagi dunia pendidikan danbisnis. Di dunia pendidikan multimedia digunakan sebagai media pengajar baik dalam kelas maupun secara individual dan di dunia bisnis multimedia  digunakan sebagai  media profil perusahaan  profil produk bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning
Dalama perkembanganya multimedia mancakup juga kinetic(gerak) dan bau yang merupakan konsumsi bagi indra penciuman. Multimedia mulai memasukan unsur kinetic sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerak pada kursi tempat duduk penonton.kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan sense realistis
Kelebihan multimedia interaktif
1.Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata.
Dengan bantuan multimedia interaktif maka dapat ditampilkan benda-benda seperti kuman ,bakteri ,electron,dll

2.Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak ungkin dihadirkan disekolah contohnya seperti gedung ,gajah ,rumah ,gunung ,candi
3.Menyajikan benda atau peristiwa  yang kompleks,rumit dan berlangsung cepat atau lambat contohnya menyajikan melalui gambar animasi atau movie tentang susunan atom atau peredaraan planet
4.Menyajikan suatu benda  atau peristiwa yang jauh memalui multimedia maka guru dapat menghadirkan obyek-obyek planet ,bulan ,bintang ,salju kedalam ruang kelas
5.Menyajikan benda atau peristiwa berbahaya dengan kemampuan yaitu ledakan atom ,peluncuran roket ,letusan gunung berapi
6.Meningkatkan daya tarik dan perhatian bagi orang yang mendalami multimedia interaktif  

Contoh dari multimedia adalah
-Berbasis Kertas atau (Paper-Based)
Contoh : Buku ,Majalah ,Brosur
-Berbasis Cahaya (Light –Based)
Contoh : slidshow ,dan transparansi
-Berbasis Suara (Audio-Based)
Contoh: cd players  ,tape recorder ,radio
-Berbasis Gamabar Bergerak(Moving-Image-Based)
Contoh : televise ,vcr(video casset recorder ,film
-Berbasis Digital (Digital-Based)
Contoh : computer
Sumber Informasi




Posted on 22.49 by Felix Sinarta Hutapea

No comments

Senin, 14 Januari 2013


Konsep-konsep Object Orinted Programing

Nama :felix Sinarta Hutapea

Nim: 411210005

             Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk saya menyelesaikan penjelasaan konsep-konsep oop (Object Oriented Programing) dan pengertian dari Object Oriented Programing sendiri adalah sebuah pemikiran pemrograman yang menilai bahwa semua bentuk dalam sebuah aplikasi adalah sebuah obyek dan mempermudah penyusunaan program, terutama yang berukuran besar dengan baris koding yang beratus-ratus bahakan beribu-ribu dan di dalam Object Orieted Programing tidak ada pengulangan blok statement untuk mendefinisikan hal yang sama.
Contoh :
Setiap mobil memiliki ciri atau attribut misalnya warna mobil,spion,atau ban mobil dan mobil juga mempunyai perilaku atau disebut juga method, misalnya berjalan belok kiri dan belok kanan atau menyalakan lampu,semua ini memiliki hubungan dengan dengan programing kita melihat program sebagai object seperti mobil,maka setiap program pun memiliki attribut dan method attriibut  program dapat berupa nilai variable sedangkan perilaku atau method program tergantung pada pendefinisian yang dilakukan oleh programmer.
Program lingkaran :
            Attribut :
                        Variable jari-jari
                        Konstanta
            Method :
                        Setjarijari()
                        HitungLuas()
                        cetakNilaiLuas()
Konsep yang saya ingin jelaskan adalah Polymorphism (polimorfisme) berasal dari bahasa Yunani yaitu dimana suatu object dapat memiliki berbagai bentuk,  sebagai object dari classnya sendiri atau object dari superclassnya dan erat kaitanya dengan pewarisaan.
 Polymorphism adalah paradigma dari sebuah object  dinamis suatu kelas dasar,  dapat berpilaku seperti kelas turunan.ketika object tersebut menujukan kelas dasar,maka object tersebut bersifat kelas dasar, tetapi object tersebut  dapat menujukan kelas turunan, maka object tersebut berprilaku sepeti kelas turunan dalam hal ini object dapat dapat memiliki  beberapa bentuk, tergatung pada saat kelas mana yang di tunjukan.yang perlu kita ingat adalah, bahwa perubahaan perilaku ini dari kelas dasar kepada kelas turunan dan sebaliknya objek kelas turunan menujuk kelas dasar
Polymorphisme mungkin dinyatakan karena adanya mekanisme ikatan dinamis yaitu ikatan yang terjadi pada saat program dijalakan. Ikatan yang terjadi pada saat compile disebut ikatan statis.ikatan dinamis hanya dapat terjadi antara suatu object dinamis dengan metode dinamis juga,Polymorphisme dapat mebuat object baru yang menujukan fungsi-fungsi yang sama dengan object induknya, namun fungsi –fungsi yang sama tersebut memiliki sistem operasi yang berbeda –beda ,contohnya :
Motor dan mobil mempunyai fungsi yang sama yaitu maju, mundur, belok kanan, dan belok kiri, namun yang membedakanya adalah pada saat sistem pengoperasian dari kedua object tersebut
Contoh berikutnya :
pertama user klik kanan untuk memilih new lalu pilih java main class












Setelah muncul gambar dibawah ini tahap selanjutnya adalah














Maka akan muncul kotak dan beri nama pada class namenya dan tekan finish dan akan muncul gambar seperti dibawah ini
  













class CetakDataTipe {

// membuat method dengan nama sama tapi berbeda tipe data
public void CetakData(String muncul) {
System.out.println(muncul);
}
public void CetakData(int muncul) {
System.out.println(muncul);
}
public void CetakData(double muncul) {
System.out.println(muncul);
}
public void CetakData(char muncul) {
System.out.println(muncul);
}
}
public class polymorphism {

public static void main(String[] args) {
CetakDataTipe data = new CetakDataTipe();

System.out.print("Cetak Data Tipe String : ");
data.CetakData("Bali");

System.out.print("Cetak Data Tipe Integer : ");
data.CetakData(1981);

System.out.print("Cetak Data Tipe Double : ");
data.CetakData(16.5 / 2);

System.out.print("Cetak Data Tipe Char : ");
data.CetakData('N');
}
}


Lalu klik tombol shift – F6 untuk menjalankan program..







Program anda berhasil dijalankan..
   

Posted on 00.50 by Felix Sinarta Hutapea

No comments

Kamis, 01 November 2012

Pengantar Telekomunikasi dan Informasi

Fungsi- Fungsi O S I :

Model fungsi OSI terdiri dari 7 Layer :

· Application
· Presentation
· Session
· Transport
· Network
· Datalink
· Physical

· Application
Application layer menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer l;ainnya.
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan. Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yanmg berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

· Presentation
Presentation layer bertanggungjawab bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .GIF dan .JPG untuk gambar layer ini membentuk kode konversi, trnslasi data, enkripsi dan konversi.
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell ( semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP).

· Session
Session layer menentukan bagaimna dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi. Bagaimna mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer di sebut “session”.
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara atau di hancurkan. Selain itu, di level inio juga dilakukan resolusi nama.

· Transport
Transport layer bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end – to _ end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling)
Berfungsi untuk memecahkan data kedalam paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan yang telah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement) dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

· Network
Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”.
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch layer 3.

· Datalink
Data link layer menyediakan link untuk data. Memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara system koneksi dengan penaganan error.
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras( seperti halnya di Media Access Control Address ( MAC Address), dan menetukan bagaimna perangkat perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level; ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC)dan lapisan Media Access Control (MAC).

· Physical
Physical layer bertyanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media (seperti kabel) dan menjaga koneksi fisik antar system.
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Networl Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Karakteristik dan Fungsi Model OSI 

 

Model OSI

Agar komunikasi data dapat berjalan dan berinteraksi melalui jaringan maka dikembanganlah model arsitektur jaringan dan salah satunya yang kita kenal yaitu Model referensi jaringan terbuka atau biasa disebut Model OSI (Open System Interconnected).
Model ini dikembangkan oleh badan ISO (International Organization for Standarization) tahun 1974 di Eropa dan kemudian baru diadopsi pada tahun 1977.
Dibanding dengan model TCP/IP yang memiliki 5 layer model OSI memiliki layer sebanyak 7 buah.

Model OSI

Tiap layer memiliki fungsi berbeda dan bersifat independen. namun tiap layer menyediakan service ke layer diatasnya ataupun layer dibawahnya. Jadi,misalkan pada layer Transport tidak akan peduli bagaimana kerja layer lainnya namun layer Transport bergantung untuk mendapatkan service dari layer lainnya. Setiap layer memiliki PDU (Protokol Data Unit). Dan data akan mengalami proses enkapsulasi (misal, Information->Data; Data->Segment).

Fungsi-fungsi tiap layer :

Application Layer
-Menyediakan jasa bagi end-user.
-Bertanggung jawab atas pertukaran informasi antar aplikasi komputer.

Presentation Layer
-Bertanggung jawab bagaimana data akan ditranslasikan. Jadi, layer ini bertugas untuk membentuk kode konversi, translasi data, dan enkripsi data.

Session Layer
-Mendefinisikan bagaimana koneksi akan berhubungan, apakah full duplex (dua arah) atau half duplex (satu arah).
-Bertanggung jawab untuk maintenance dan terminasi koneksi.
-Menjaga QoS (Quality of Service) koneksi, yaitu menspesifikasikan toleransi delay maksimum.

Transport Layer
-Bertugas membagi data menjadi segment, yaitu satu segment berisi data antara 46Bytes - 1500Bytes.
-Menyediakan penanganan error pada packet yang diterima.
-Menentukan apakah yang digunakan TCP (Mentransmisikan ulang apabila ada paket yang kurang atau hilang saat di transmisikan) atau UDP (Data tidak digaransi apabila ada packet yang kurang).
-Bertanggung jawab menentukan port yang dituju untuk data yang akan dikirim.

Network Layer
-Bertugas mengubah segment-segment menjadi packet yang berisi IP address source (sumber) dan IP address destination (tujuan).
-Menentukan rute yang harus diambil setelah data ditransmisikan (routing dan switching).

Data Link Layer
-Bertugas mengubah packet menjadi frame yang berisi alamat perangkat keras seperti Media Access Control Address (MAC Address).
-Bertugas untuk pengecekan error (Frame Checks Square) yang menggunakan algoritma CRC.

Physical Layer
-Bertugas mengubah frame menjadi bit-bit data (berupa sinyal elektrik) yang akan dikirim melalui medium data.
-Menjaga koneksi fisik antar sistem.

Tambahan aja nih, untuk WiFi bekerja pada layer 1&2, Access Point(AP) bekerja pada layer 1&2, tapi kalo AP nya dilengkapi sama kemampuan router maka AP tsb bisa bekerja pada layer 1,2,3,4. Router fungsi utamanya bekerja pada layer 3, tapi bisa juga layer 1,2,3,4. Switch/bridge pada layer 1&2, Hub cuma layer 1 aja, kalo hotspot dan GSM gateway bekerja pada layer 3(biasanya gateway dilengkapi kemampuan router juga). Maaf ya kalo ada kesalahan, namanya juga baru belajar... ^^

Model TCP/IP

Model referensi DARPA ini telah dikembangkan sebelum munculnya model OSI. Jadi ini adalah model pertama untuk memudahkan kita memahami konsep jaringan. Model ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika (DOD) akhir 1960-an. Model ini berbasis 5 layer, tetapi ada juga orang yang meringkas Data Link layer menjadi satu dengan Physical Layer dan dinamakan Network Interface Layer sehingga diringkas menjadi 4 layer.

Model TCP/IP

Fungsi-fungsi tiap layer :

Application Layer
-Menyediakan protokol aplikasi TCP/IP
-Mengatur interface program dengan layer transport bagaimana menggunakan jaringan

Transport Layer
-Pada layer ini transport layer terbagi menjadi 2, yaitu UDP dan TCP :
1.UDP (User Data Protocol), adalah protokol proccess-to-proccess yang menambahkan alamat port, check- sum error control, dan panajng informasi data dari lapisan diatasnya (connectionless).
2.TCP (Transmissiion Control Protocol), adalah protokol yang menyediakan layanan penuh untuk aplikasi dan juga dikatakan protokol transport untuk stream yang reliabel (connection oriented), yaitu koneksi end-to-end harus dibangun dulu di kedua ujung terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data

Internetwork Layer
-Menambahkan alamat IP pada paket data, yang berisi alamat sumber dan tujuan yang digunakan untuk melewati jaringan antara host
-Bertugas routing IP datagram

Network Interface Layer
-Bertugas menentukan karakteristik media transmisi, rata-rata pensinyalan, dan skema pengkodean sinyal



PENGERTIAN PROTOKOL OSI LAYER DAN TCP/IP

1. Pengertian Protokol
Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian dari masing-masing layer dalam protokol, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu protokol dalam sebuah Jaringan Komputer ? .
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer.
Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network. Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI.
Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah :
  • Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
  • Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
  • Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
  • Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
  • Bagaimana format pesan yang digunakan.
  • Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
  • Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
  • Mengakhiri suatu koneksi.
2. Pengertian Model Osi Layer
Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.
OSI dikembangkan oleh badan Internasional yaitu ISO (International Organization for Standardization) pada tahun 1977.
Model ini juga dikenal dengan model tujuh lapis OSI (OSI seven layer model). Berikut dibawah ini merupakan gambar dari model OSI 7 Layer
Definisi masing-masing Layer pada model OSI
7. Application adalah Layer paling tinggi dari model OSI,  seluruh layer dibawahnya bekerja untuk layer ini, tugas dari application layer adalah Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, NFS.

6. Presentation berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual network komputing (VNC) atau Remote Dekstop Protokol (RDP).

5. Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.

4. Transport Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.
Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.

3. Network Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer3.

2. Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer2 beroperasi.
Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

1. Physical adalah Layer paling bawah dalam model OSI, berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan.
Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


3. Cara Kerja Model OSI

Cara Kerja : Pembentukan paket dimulai dari layer teratas model OSI.
Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer.
Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan.
Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah kelayer paling atas.
Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data link layer, data link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket,  jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan.
Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.

3. Pengertian TCP/IP

TCP/IP (Transmission Control Protokol / Internet Protokol ) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.

4. Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP.
Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya.
Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless.
Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP.
Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan.
TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).
Sumber referensi :
http://pocalypse.blogspot.com/2011/01/7-osi-layer.html
http://blog.unsri.ac.id/sly/welcome/karakteristik-dan-fungsi-model-osi-dan-model-tcpip/mrdetail/1669
http://aditsubang.wordpress.com/2010/05/02/pengertian-protokol-osi-layer-dan-tcp-ip/

Posted on 02.04 by Felix Sinarta Hutapea

No comments